Infeksi TORCH Mengapa Berbahaya Pada Kehamilan

24 Dec 2016

Infeksi TORCH Mengapa Berbahaya Pada Kehamilan, Beberapa jenis infeksi pada kehamilan sangat berbahaya bagi kesehatan janin dalam kandungan atau setelah lahir. Ibu hamil perlu mengetahui cara pencegahan dan deteksi dini penyakit infeksi tersebut.

TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma, Other (sifilis, TBC, cacar air, listeriosis), Rubella, Cytomegalovirus, dan Hepatitis/HIV/Herpes. Umumnya, infeksi ini paling berbahaya bila terjadi pada trimester pertama kehamilan, yaitu saat pembentukan organ-organ tubuh janin. Infeksi yang terjadi pada janin dapat meng-akibatkan keguguran, lahir mati, infeksi kronis, dan cacat bawaan. Akibat lanjutan seperti buta, tuli, keterbelakangan mental, dan kejang-kejang bisa juga muncul setelah anak lahir atau saat menapak usia dewasa. Sebalik-nya, bila infeksi terjadi sebelum kehamilan, biasanya janin tersebut akan terlindungi.

Permasalahannya, infeksi TORCH pada ibu hamil sering tidak menimbulkan gejala apapun. Infeksi ini hanya bisa diketahui dengan mendeteksi zat kekebalan tubuh (antibodi) yang terbentuk setelah tejadinya infeksi. Cara lainnya adalah dengan mencari kuman penyebab infeksi dalam tubuh ibu atau janin. Walaupun telah terdeteksi, pengobatan terhadap infeksi TORCH kadang-kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hal ini terjadi karena organ-organ tubuh janin terlanjur dirusak kuman TORCH. Oleh karena itu, jauh lebih baik dilakukan pencegahan terhadap infeksi TORCH daripada mengobatinya.

TORCH tidak hanya berkaitan dengan masalah kehamilan saja. TORCH juga bisa meyerang orang tua, anak muda, dari berbagai kalangan, usia, dan jenis kelamin. TORCH bisa menyerang otak (timbul gejala sering sakit kepala misalnya), menyebabkan sering timbul radang tenggorokan, flu berkepanjangan, sakit pada otot, persendian, pinggang, sakit pada kaki, lambung, mata, dan sebagainya.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:


TAGS Penyakit Berbahaya Pada Ibu Hamil Cegah Penyakit Saat Hamil Pengertian Penyakit Torch


-

Author

Follow Me